Kamis, 02 Mei 2013

Cara Membuat Dan Mengajukan Proposal Poligami

Cara Membuat Dan Mengajukan Proposal Poligami - Poligami adalah sebuah isu yang cukup menghebohkan di negeri ini dalam beberapa tahun terakhir ini,sejak salah ustadz yang cukup terkenal yaitu Aa'gym ikut berpoligami sekalipun terakhir terdengar kabar kalau salah satu dari istrinya itu ada yang minta cerai.





Isu mengenai Poligami ini yang melanda negeri ini membuat pemerintah negara kita dengan lembaga tertingginya membuat berbagai macam peraturan termasuk itu mengatur pernikahan Poligami khususnya PNS

Poligami bukanlah sebuah isu yang harus di takuti untuk dapat menggoyahkan sendi-sendi kehidupan beragama,bernegara dan bermasyarakat,ketakutan yang berkelebihan yang membuat semua ini menjadi runyam dan kisruh.

Cara pandang masyarakat yang masih jauh dari norma-norma agama yang benar adalah salah satu penyebab yang membuat hukum syar'i ini menjadi sebuah momok menakutkan di tengah-tengah kehidupan masyarakat kita.

Poligami adalah persoalan Syar'i,maka kita harus menelaahnya dengan kacamata syar'i juga bukan dengan kacamata hawa nafsu apalagi dengan alasan dan dasar hak asasi manusia,sungguh jika persoalan ini tidak di pandang dengan kacamata syar'i,maka makna dari Poligami itu akan menyimpang dari makna sesungguhnya.

Bagaimanakah Hukum Syar'i dalam memandang persoalan Poligami ini,berikut petikan yang saya dapat sertakan di kesempatan ini yang saya copas dari salah satu situs resmi salah satu yayasan islam yang ada di Makassar  :

Dalil-dalil disyari’atkannya poligami
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam al-Qur’an yang Mulia:
surah an-Nisa' ayat 3
“dan jika kamu takut tidak akan dapat Berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. kemudian jika kamu takut tidak akan dapat Berlaku adil, Maka (kawinilah) seorang saja[, atau budak-budak yang kamu miliki. yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya". (QS. An-Nisaa': 3)
Diriwayatkan oleh Imam Bukhari rahimahullah dari Sa'id bin Jubair beliau berkata : Ibnu Abbas bertanya kepadaku: "apakah engkau telah menikah?", Aku menjawab: Belum, beliau (Ibnu Abbas) kemudian berkata : "Menikahlah karena sesungguhnya sebaik-baik manusia dari ummat ini adalah yang memiliki banyak istri". Dan sebaik-baik manusia dari ummat ini dialah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.
Poligami adalah merupakan sunnah atau jalan para Nabi : Ibrahim 'alaihissalam memiliki dua orang istri, Nabi Daud 'alaihissalam memiliki 1000 orang istri sebagaimana yang disebutkan dalam kitab taurat, Nabi Sulaiman memiliki 100 orang istri, sedang rasul kita Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam memiliki 9 orang istri.
Beberapa syubhat seputar Poligami dan bantahannya

1. Hadits rencana pernikahan Ali radhiyallahu 'anhu dengan putri Abu Jahal : dari Al-Musawwar bin Al-Makhramah beliau berkata : saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan beliau berada di atas mimbar : "Sesungguhnya suku Bani Hisyam bin al-Mughirah meminta izin dariku untuk menikahkan putri mereka dengan Ali bin Abi Thalib maka saya tidak mengizinkannya, kemudian saya tidak mengizinkannya, kemudian saya tidak mengizinkannya kecuali jika Ali hendak menceraikan putriku kemudian mereka menikahkan putri mereka dengannya karena sesungguhnya ia (Fatimah) adalah bagian dari diriku dan aku bagian dari dirinya. Sesungguhnya aku bersedih dengan apa yang membuat ia bersedih dan aku terusik dengan apa yang mengusiknya."
Bantahan : orang-orang yang menjadikan hadits ini sebagai alasan untuk melarang poligami ternyata tidaklah menyebutkan hadits ini secara sempurna. Padahal diantara penggalan hadits tersebut di atas adalah : "adapun aku tidaklah mengharamkan apa yang dihalalkan dan menghalalkan apa yang diharamkan", yang maknanya bahwa beliau tidaklah mengharamkan apa yang dihalalkan Allah Ta’ala untuk kaum muslimin. Para ulama telah bersepakat bahwa hadits ini khusus untuk putri Rasululah shallallahu 'alaihi wa sallam jika ia dimadu dengan putri musuh Allah, Abu Jahal.
2. Poligami bisa menimbulkan masalah dalam rumah tangga sehingga orang tua harus melarang hal tersebut.
Bantahan : sesungguhnya prosentase jumlah lelaki yang berpoligami tidaklah lebih dari 5 persen dan kalau kita melihat kenyataanya masalah rumah tangga yang terjadi dan sampai kepada pengadilan kebanyakannya dari mereka yang tidak berpoligami, apakah itu kemudian dijadikan alasan bagi orang tua untuk tidak menikahkan putri-putri mereka?!
3. Masalah cemburu, yang bisa menimbulkan masalah dalam rumah tangga dan menimbulkan permusuhan di antara keluarga bahkan diantara anak dan saudara.
Bantahan: kecemburuan adalah sesuatu yang sifatnya fitrah namun hal itu tidak boleh kemudian dijadikan alasan untuk menolak syari'at Ilahi dan untuk mewujudkan kemaslahatan yang lebih besar. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa kecemburuan juga membakar dan terjadi diantara istri-istri Rasulullah shallallahu 'alahi wa sallam namun beliau tidak melarang para sahabat untuk berpoligami bahkan beliau sendiri yang mencontohkannya.
Adapun diantara maslahat dan manfaat berpoligami adalah :
- Menjaga kesucian wanita-wanita yang belum menikah
- Memperbanyak jumlah kaum muslimin, dan kita tahu bahwasanya orang-orang Yahudi dan Nasrani berusaha untuk memperbanyak jumlah mereka
Lalu apakah kita mengorbankan kemaslahatan dan manfaat diatas hanya disebabkan karena kecemburuan?!
4. Seorang lelaki yang berpoligami tidaklah mungkin mampu untuk berlaku adil diantara istri-istrinya, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
Surah an-Nisa' ayat 129
"dan kamu sekali-kali tidak akan dapat Berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai) dengan segala kecondongan, sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. dan jika kamu Mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Bantahan : dalam ayat ini Allah mengharamkan 'segala kecondongan' dalam masalah cinta dan perasaan namun membolehkan sebagian kecenderungan hati untuk lebih mencintai seorang istri lebih dari yang lainnya dan hal itu dimaafkan dalam syari'at. Perlu diketahui bahwa 'keadilan' yang diperintahkan dalam poligami adalah dalam masalah nafkah materi dan hal itu terwujudkan dilihat dari kadar kebutuhan setiap istri serta keridhaannya dan tidaklah dipersyaratkan 'kesamaan' dari sisi ukuran dan takaran atau dengan harga yang sama. Karena boleh jadi seorang istri membutuhkan sesuatu dan harganya lebih murah namun ia ridha dengan hal tersebut. Jadi keadilan yang dimaksud kembali pada kadar kebutuhan dan keridhaan masing-masing istri.
5. Berpoligami menjadi sebab banyaknya keturunan yang kemudian menyebabkan kefakiran sebagaimana penafsiran Imam Syafi'i rahimahullah pada Firman Allah : " … yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya" (An-Nisa : 3). Beliau menafsirkan yaitu: menyebabkan keluargamu tidak jatuh miskin.
Bantahan : para ulama rahimahumullah mengingkari penafsiran Imam Syafi'i rahimahullah di atas. Adapun tafsiran yang benar adalah; hal itu tidaklah menyebabkan kalian berlaku dzolim.
Beberapa faidah yang lain :
  1. Berpoligami lebih baik dari memiliki teman kencan gelap atau hubungan di luar nikah yang diharamkan, dan sungguh hal itu sangat membuat hati kita menjadi miris dengan dilarangnya berpoligami namun perzinahan jalan terus, wallahul musta'an.
  2. Dipersyaratkan bagi suami yang hendak berpoligami memiliki kemampuan dan tidaklah sekedar semangat belaka.
  3. Hendaknya seorang wanita muslimah mencintai saudaranya yang lain sebagaimana ia cinta pada dirinya sendiri, berbagi suami bukan berarti membagi cinta namun pada hakikatnya ia adalah mengali cinta.
  4. Diantara kenikmatan yang akan dirasakan oleh penghuni syurga adalah dikumpulkan bersama dengan orang yang ia cintai dihari kiamat. Karenanya jika seorang lelaki berpoligami dan istri keduanya memiliki kesolehan yang lebih tinggi maka otomatis istri pertama juga akan diangkat derajatnya di dalam syurga karena ia ikut suaminya yang juga diangkat derajatnya karena permintaan istri keduanya.

Sumber: http://wahdahmakassar.org/poligami-solusi-syari-yang-terabaikan

Nah,...sudah jelaskan bagaimana Agama dan Syar'i yang menjadi undang-undang Allah dan Rasul-Nya dalam menghukumi persoalan ini,sekarang bagaimana dengan kita manusia biasa yang tidak mendapatkan jaminan dari Allah dan Rasul-Nya untuk termasuk ke dalam golongan orang yang selamat jika tidak berhukum dengan apa yang di turunkan Oleh Allah SWT,sungguh ironis jika kita masih mencari-cari alasan lain yang bertolak belakang dengan apa yang di sebutkan di atas.

Satu yang menjadi dasar pemikiran kita untuk di cermati bersama adalah "ketika Allah dan Rasul-Nya sudah menetapkan sebuah perkara,apakah lazim dan wajar buat kita untuk mencari hukum lain selain apa yang menjadi ketetapan Allah dan Rasul-Nya",pertimbangkanlah,.......

Setelah sedikit penjelasan tentang Poligami,sekarang kita membicarakan tema utama kali ini,yaitu bagaimana Cara Membuat Dan Mengajukan Proposal Poligami,seperti yang saya sebutkan Poligami adalah sebuah persoalan yang pelik karena ini menyangkut perasaan seorang wanita yang telah menjadi istri kita,maka dari itu perlu upaya dan tindakan yang terencana dan terprogram sehingga rencana Poligami ini bisa terwujud,...berikut Cara Membuat Dan Mengajukan Proposal Poligami    :

  • Terlebih dahulu memperbaiki niat,karena niat adalah landasan setiap apa yang ingin kita lakukan,...apa niat anda sebelum berpoligami,...ini perlu agar rencana poligami itu tidak melenceng dari makna yang terkandung,tetapkanlah niat berpoligami hanyalah untuk mengikuti apa yang di tuntunkan olah Rasulullah,yaitu untuk mengikuti sunnah yang penuh dengan kebaikan dunia dan akhirat.

  • Setelah kita memperbaiki niat,..maka langkah selanjutnya adalah menetapkan dalam hati dan lisan kita bahwa alasan apa kita ingin berpoligami,apakah karena ingin berbagi cinta dengan yang lain,apa karena ingin menolong seorang wanita muslimah dari menyempurnakan sebagaian iman dari wanita tersebut (karena pelengkap iman itu adalah menikah),apa karena ingin membantu wanita dari segi ekonomi dan memberikan perlindungan untuk wanita tersebut dan anak-anaknya jika wanita yang ingin di nikahi tersebut adalah seorang janda beranak 8,...hahahahahahha,atau karena ingin memiliki keturunan yang banyak.Inti pokoknya adalah kemukakan alasan yang memang sesuai dengan hukum syar'i kita dan beberapa alasan yang saya sebutkan di atas adalah alasan yang sesuai dengan hukum syar'i dari sekian banyak alasan lainnya yang di perbolehkan,jangan sekali-kali mengukapkan alasan nafsu birahi karena untuk alasan ini,istri pertama saja anda bakal tidak akan bisa menghabiskannya sekalipun istri pertama anda itu sudah jadi nenek-nenek,..wkakaka.

  • Sebelumnya anda haruslah seorang yang berpemahaman agama yang baik begitu juga dengan istri anda,karena masalah Poligami ini,seperti yang saya sebutkan haruslah di pandang dengan kacamata agama bukan yang lain agar makna poligami bisa di mengerti dan pada akhirnya akan terlaksana dengan baik,belajarlah agama terlebih dahulu juga istri anda dan anak-anak anda,jangan sekali-kali berpoligami jika anda tidak punya landasan agama yang kuat,karena pondasi poligami jika bukan karena agama akan runtuh dan goyah,....sekalipun tidak ada jaminan kalau dengan landasan agama yang kuat pondasi poligami itu bisa kuat(belajar dari kasus Poligami Ustadz Aa'Gym),maka dari itu tanpa landasan agama apatah lagi

  • Setelah itu,anda ukur kemampuan anda dari segi finasial dan kesehatan,apakah anda sanggup untuk menghidupi beberapa istri dalam kurun hidup anda,....ini perlu untuk rasa keadilan yang harus di tanamkan dalam kehidupan berpoligami anda,berapa penghasilan anda dalam sebulan dan apakah anda sanggup menafkahi bathin beberapa istri di kehidupan anda (,..hehehehe kalau saya sih sanggup,..ckckckckckck).

  • Setelah apa yang di atas terselesaikan dengan benar,..maka langkah selanjutnya adalah binalah komunikasi yang baik dengan istri anda,senangkan hatinya dan berilah sebuah penilaian dia akan anda kalau anda adalah seorang yang sangat di butuhkannya,berilah cinta dan keromantisan yang sangat berlebihan padanya sehingga akan timbul kesan jika dia tak bisa berbuat apa-apa jika tak ada anda di sisinya,langkah ini perlu waktu dan kesabaran yang lebih,karena anda sedang berurusan dengan hati dan perasaan yang bisa patah dalam sekejap,beri nuansa kalau dia pada akhirnya tak sanggup untuk menampung semua cinta dan keromatisan dari yang anda miliki karena saking begitu banyaknya apa yang anda miliki.

  • Setelah itu buatlah sebuah rencana yang baik ketika anda ingin mengajukan permohonan untuk berpoligami pada sang istri,carilah waktu dimana hati sang istri sedang senang dan bahagia dengan anda,jangan pada saat istri anda sedang kesal dengan anda,...bisa kacau itu...

  • Setelah semua itu terlewatkan dengan baik tanpa ada kendala yang berarti,maka mulailah mengkomunikasikan akan niat anda untuk berpoligami pada sang istri anda,gunakan bahasa yang baik dan berilah penjelasan yang sesuai dengan pemahaman agama yang anda miliki,berilah contoh-contoh yang baik dari beberapa mereka yang telah berpoligami,termasuk juga memberitahukan keutamaan dari berpoligami,apa keuntungan dan apa yang di dapatkan dari berpoligami baik itu untuk anda atau pun untuk sang istri anda.

  • Hal terakhir adalah selalulah optimas dengan niat anda untuk berpoligami,selalulah berikhtiar jika di kali ini gagal maka di kali kesempatan haruslah berhasil,termasuk juga berdoa kepada sang Khalik untuk mengkabulkan apa yang menjadi keinginan anda.

Demikian lah Cara Membuat Dan Mengajukan Proposal Poligami,semoga bermanfaat untuk semua.

Cat : apa yang saya ulas di sini adalah sebuah langkah yang sudah saya praktekan dan Alhamdulillah apa yang saya niatkan bisa di setujui dengan di izinkannya saya untuk berpoligami,sekalipun ada beberapa persyaratan yang harus saya penuhi sebelum saya memang betul-betuk menikah lagi atau menyunting wanita lain untuk saya peristrikan .

salam 6^_^9

Zulham Efendi

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Popular Post

Trending Topic

Copyright © 2012. Live Simple - All Rights Reserved B-Seo Versi 4 by Blog Bamz