Minggu, 15 September 2013

Distro Vs Cakar

Sahabat,...

Bersua kembali di blog saya tercinta ini,... dan setelah ada beberapa hari saya sibuk dengan mengoptimasi SEO pada 3 postingan saya yang terdahulu yang berjudul  : 


Informasi Pendaftaran CPNS 2014

Pengumuman Hasil Ujian Tertulis Dan Wawancara CPNS 2013

Dan hasil yang saya dapatkan dari optimasi tersebut adalah postingan saya itu masuk Google Sandbox hahahahaha,...nasib deh....

Tapi aku tak mau sedih,dan kali ini saya ingin share sedikit mengenai ulasan saya tentang satu fenomena yang ada di negeri ini,fenomena yang pasti sahabat yang lain juga sering menemukannya juga di tempat lain.



Distro

Entah apa artinya tapi menurut saya lebih pada sebuah toko pakaian yang di ada di suatu tempat tertentu yang berdiri sendiri dan di desain dengan gaya khusus yang saya menyebutnya gaya "Kegaulan",...

Di beberapa tempat Distro ini banyak di jumpai termasuk di tempat domisili saya di Bulukumba (SULSEL),bahkan saking menjamurnya,.. Distro  dapat di jumpai di lorong2 sempit atau gang2 jalan yang di pinggiran kota ini.

Sepertinya keinginan untuk berpakain modis dan kegaulan tidak menjadi milik orang kota atau yang berduit saja,tetapi telah menjadi trend umum untuk seluruh lapisan masyarakat,bahkan untuk mereka yang cuma bisa makan sekali sehari saja merasa harus manjadi sosok yang penuh dengan kegaulan,..hehehehe.

Hal seperti ini lah yang berhasil di manfaatkan oleh seseorang untuk membangun dan membuat usaha Distro,yang akhirnya di ikuti oleh yang lain dan akhirnya bertebaranlah Distro di mana-mana,....

Bagaimana soal harga yang di tawarkan untuk setiap kostum kegaulan tersebut,..wihhh sangat tidak bisa di jangkau oleh dompet pada dasarnya,cuman karena tuntutan untuk berdandan kegaulan hingga akhrinya di beli juga hehehe,saya pernah coba untuk membeli satu lembar kaos oblong di salah satu Distro di kota bulukumba,..minta ampun harganya sampai 100 an ribu hehehehe,... berbanding jauh dengan harga yang di tawarkan di toko2 pakaian lainnya yang bukan Distro.

Tapi satu yang di tawarkan oleh Distro adalah merek ,kenyaman belanja dan gengsi,...hehehehe.


Cakar

Cakar merupakan kepanjangan dari Cap Karung,lebih di indentikan pada apa yang kepak dan di kemas dalam karung dan dalam hal ini adalah pakaian,penegepakannya tidak beda dengan barang lainnya yang di kepak dalam karung

Apa yang saya amati cakar adalah pakaian bekas yang entah dari mana asalnya yang di kemas dalam karung-karung besar kemudian di jual kembali.

Sama dengan Distro,Cakar pun menjamur di setiap sudut bulukumba,dan ada hampir di setiap sudut jalan terdapat penjual Cakar alias Penjual Pakaian Bekas.

Bicara soal kualitas menurut saya jika di lihat dari sisi kualitas kain,masih ada sedikit berkualitas Pakaian Cakar itu karena hampir semua Pakaian Cakar di datangkan dari luar negeri yang kualitas kainnya pastilah lebih bagus,begitu juga jika di lihat dari sisi merek,..Pakaian Cakar sebenarnya lebih bermerek ketimbang Pakaian Distro yang buatan lokal dalam negeri sedang Cakar hampir semua buatan luar negeri,saya punya pengalaman membeli satu celana jeans yang bermerek Lea yang sejatinya merek Lea adalah merek terkenal asal Amrik sana yang tentu saja harganya sewaktu menjadi pakaian baru pastilah mahal lebih mahal dari satu lembar celana merek Distro.

Akan tetapi yang menjadi kelemahan dari Pakaian Cakar adalah kalau merek cakar ini habis di pakai orang alias bekas orang hehehe,...entah orang dari mana yang jelas bukan dari negeri ini,karena jika di lihat dari merek2 yang terdapat di label pakaiannya adalah merek2 dari negara luar.

Mau tampil modis ala Distro dengan gaya kegaulannya atau mau tampil trendi ala Cakar dengan selera hemat dan sederhana,... adalah pilihan anda,..hehehehe

Salam 6^_^9

Zulham Efendi (Pria Tangguh Asal Sulsel)
◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Popular Post

Trending Topic

Copyright © 2012. Live Simple - All Rights Reserved B-Seo Versi 4 by Blog Bamz